Hasil kuis yang menyebut seseorang pemimpin, pendiam atau kreatif mudah diingat. Namun, label yang menarik belum menjelaskan bagaimana alat disusun, apa yang diukur dan apakah hasilnya cukup andal untuk tujuan tertentu.
Christopher J. Soto dan Oliver P. John menjelaskan pengembangan BFI-2 melalui tiga studi dalam publikasi edisi 2017. Alat itu menyusun ranah serta faset kepribadian dan diuji dengan laporan diri maupun pengamat. Artikel memiliki koreksi atribusi dan referensi yang tercantum pada rekaman; seluruh versi disebut telah diperbaiki.
Studi satu instrumen tidak membuktikan keabsahan semua kuis yang memakai istilah Big Five. Perubahan terjemahan, pertanyaan atau cara memberi skor memerlukan penilaian tersendiri. Artikel ini tidak menyalin butir alat maupun menawarkan interpretasi skor individual.
Sebelum mengikuti penilaian, pembaca dapat menanyakan tujuan, dasar validasi, siapa yang menafsirkan dan siapa yang menerima data. Kebutuhan hiburan berbeda dari penggunaan yang memengaruhi kesempatan kerja atau layanan.
Hasil juga tidak perlu diperlakukan sebagai izin mengabaikan perilaku. Label tertentu tidak menyelesaikan persoalan pembagian tugas atau cara berkomunikasi. Percakapan mengenai kejadian konkret tetap diperlukan.
Penelitian alat ukur menunjukkan bahwa penilaian yang bertanggung jawab membutuhkan lebih dari hasil yang terasa cocok. Keterangan metode dan batas penggunaan memberi dasar yang lebih baik daripada keyakinan bahwa kuis berhasil menggambarkan seluruh diri seseorang.
Sumber & referensi
- Christopher J Soto, Oliver P John (2017). The next Big Five Inventory (BFI-2): Developing and assessing a hierarchical model with 15 facets to enhance bandwidth, fidelity, and predictive power. Journal of personality and social psychology. DOI 10.1037/pspp0000096.
- https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27055049/




Komentar 0
Komentar diperiksa pengelola sebelum tampil. Mari berdiskusi dengan saling menghormati.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat.