Menguasai bahasa yang dipakai keluarga dan lingkungan dapat membuka kesempatan berkomunikasi. Nilai itu tidak harus ditopang janji bahwa setiap anak bilingual akan lebih unggul dalam seluruh kemampuan berpikir.

Meta-analisis Hilde Lowell Gunnerud dan rekan pada 2020 menilai perbandingan fungsi eksekutif anak bilingual dan monolingual. Efek rata-rata keseluruhan sangat kecil, dengan indikasi bias publikasi dan variasi yang belum terjelaskan. Hasil tersebut tidak menyimpulkan kemampuan bahasa tidak penting atau menilai seluruh manfaat sosial penggunaannya.

Istilah fungsi eksekutif dalam penelitian merujuk pada kumpulan ukuran tertentu. Ia tidak identik dengan kecerdasan menyeluruh, prestasi masa depan atau nilai seorang anak. Mengubah hasil tersebut menjadi peringkat keluarga melampaui pertanyaan penelitian.

Keluarga dapat mempertimbangkan bahasa yang membantu hubungan nyata: berbicara dengan kakek-nenek, mengikuti kegiatan komunitas atau memahami bacaan yang disukai. Tujuan komunikasi lebih konkret daripada mengejar janji keunggulan kognitif.

Kekhawatiran mengenai perkembangan bahasa perlu dinilai sesuai riwayat dan keadaan anak. Artikel ini tidak menyarankan menghentikan bahasa keluarga ataupun memilih metode pengajaran tertentu berdasarkan satu tinjauan.

Penelitian membantu memisahkan beberapa klaim yang sering digabungkan. Menghargai keragaman bahasa dapat berjalan bersama kehati-hatian terhadap pemasaran yang menjanjikan keunggulan umum tanpa menerangkan ukuran dan keterbatasan buktinya.

Sumber & referensi

  • Hilde Lowell Gunnerud, Dieuwer Ten Braak, Elin Kirsti Lie Reikerås, Enrica Donolato, Monica Melby-Lervåg (2020). Is bilingualism related to a cognitive advantage in children? A systematic review and meta-analysis. Psychological bulletin. DOI 10.1037/bul0000301.
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32914991/