Anak yang berpura-pura membuka toko dapat sedang menikmati cerita yang dibuatnya. Orang dewasa tidak perlu segera mengubah kegiatan itu menjadi bukti kecerdasan atau program yang harus mencapai hasil tertentu.
Angeline S. Lillard dan rekan menelaah klaim mengenai bermain pura-pura dalam tinjauan yang terbit pada 2013. Bukti pada sejumlah ranah belum cukup untuk menyimpulkan bahwa permainan tersebut merupakan penyebab khusus atau satu-satunya jalur perkembangan. Tinjauan itu juga mendapat komentar ilmiah, yang menunjukkan bahwa penafsiran teorinya tetap diperdebatkan.
Keterbatasan bukti tidak berarti bermain tidak bernilai. Ada perbedaan antara mengatakan anak menikmati dan menggunakan imajinasinya dengan mengiklankan bahwa satu paket permainan pasti menaikkan kemampuan tertentu. Klaim kedua memerlukan penelitian yang secara langsung mengujinya.
Pengasuh dapat mengikuti cerita, menanyakan peran yang dipilih anak atau menawarkan bantuan jika diminta. Contoh interaksi ini memberi ruang pada kegiatan bersama tanpa menjadikannya tes. Anak yang memilih bentuk bermain lain pun tidak perlu dibandingkan melalui kesimpulan perkembangan dari satu sesi.
Bahan permainan dapat sederhana dan sesuai kebutuhan serta keamanan. Harga atau label edukatif tidak menjadi ukuran manfaat yang disimpulkan tinjauan tersebut. Bila ada kekhawatiran perkembangan, penilaian menyeluruh lebih tepat daripada menilai seberapa sering anak berpura-pura.
Riset mengajak memperjelas apa yang diketahui dan yang belum. Kesenangan bermain dapat dihargai tanpa janji prestasi yang melampaui bukti.
Sumber & referensi
- Angeline S Lillard, Matthew D Lerner, Emily J Hopkins, Rebecca A Dore, Eric D Smith, Carolyn M Palmquist (2013). The impact of pretend play on children's development: a review of the evidence. Psychological bulletin. DOI 10.1037/a0029321.
- https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22905949/
- Caren M Walker, Alison Gopnik (2013). Pretense and possibility--a theoretical proposal about the effects of pretend play on development: comment on Lillard et al. (2013). Psychological bulletin. DOI 10.1037/a0030151.
- https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23294089/




Komentar 0
Komentar diperiksa pengelola sebelum tampil. Mari berdiskusi dengan saling menghormati.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat.