Saat melihat pesan yang mempermalukan teman, meneruskannya ke grup lain dapat memperluas penyebaran. Mendokumentasikan kejadian untuk mencari bantuan mempunyai tujuan berbeda dari mengunggah ulang serangan kepada banyak orang.

Panduan UNICEF Indonesia menyebut pesan percakapan dan tangkapan layar sebagai jejak yang dapat membantu menjelaskan apa yang terjadi. UNICEF juga menganjurkan mencari orang dewasa terpercaya, misalnya orang tua atau guru, serta mendukung teman untuk berbicara tanpa memaksanya menghadapi keadaan sendirian.

StopBullying.gov, portal pencegahan perundungan pemerintah Amerika Serikat, menyarankan agar pesan perundungan tidak dibalas atau diteruskan. Catatan tanggal, waktu dan penjelasan kejadian dapat disimpan bersama bukti untuk pelaporan. Nasihat praktis itu digunakan di sini sebagai cara mendokumentasikan, bukan penjelasan hukum Amerika yang berlaku di Indonesia.

Jika seorang teman meminta bantuan, dengarkan dahulu apa yang membuatnya merasa tidak aman. Tawarkan menemani berbicara kepada orang terpercaya atau menggunakan sarana pelaporan platform. Jangan menjanjikan satu laporan pasti membuat konten langsung hilang. Jika ada bahaya yang sedang berlangsung, utamakan mencari pertolongan segera dari orang dewasa atau petugas setempat. Tulisan ini tidak mendiagnosis dampak psikologis dan tidak menentukan seseorang bersalah; fokusnya ialah menjaga bukti serta dukungan agar keluhan dapat ditangani.

Sumber & referensi