Pintu kantor yang sudah ditutup tidak selalu berarti pekerjaan berhenti hadir di pikiran. Karena itu, menanyakan jumlah waktu luang saja dapat melewatkan bagaimana waktu tersebut sebenarnya dialami.

Sabine Sonnentag dan Charlotte Fritz dalam Journal of Occupational Health Psychology pada 2007 mengembangkan alat ukur pengalaman pemulihan. Pengujian pada total 930 peserta membedakan pelepasan psikologis dari pekerjaan, relaksasi, pengalaman penguasaan dan kendali atas waktu luang. Penelitian pengembangan ukuran ini bukan uji bahwa satu jadwal rekreasi akan memulihkan semua pekerja.

Keempat pengalaman itu memberi kosakata untuk membicarakan kebutuhan yang berbeda. Seseorang mungkin menikmati belajar hal baru, sementara pada kesempatan lain ia hanya ingin tidak perlu membuat keputusan tambahan. Kegiatan yang sama juga dapat mempunyai arti berbeda bagi dua orang.

Dalam contoh rekaan, ajakan acara bersama setelah jam kerja dapat menyenangkan sebagian anggota tim, tetapi mengurangi pilihan orang lain yang ingin pulang. Keputusan organisasi untuk menyebut acara tersebut sebagai pemulihan tidak menggantikan pengalaman peserta. Kesukarelaan perlu nyata dalam cara undangan diberikan dan diterima.

Waktu di luar pekerjaan juga tidak selalu dapat diatur bebas karena tanggung jawab perawatan, perjalanan atau pekerjaan lain. Membicarakan pemulihan sebaiknya tidak memberi nilai moral pada pilihan rekreasi seseorang. Pertanyaannya adalah apakah orang mempunyai ruang dan pilihan yang dibutuhkan, serta persoalan kerja mana yang masih perlu diselesaikan di tempat kerja.

Sumber & referensi

  • Sabine Sonnentag, Charlotte Fritz (2007). The Recovery Experience Questionnaire: development and validation of a measure for assessing recuperation and unwinding from work. Journal of occupational health psychology. DOI 10.1037/1076-8998.12.3.204.
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17638488/