Laporan pekerjaan biasanya memperlihatkan apa yang selesai dan kapan selesai. Dua orang yang mencapai tenggat yang sama dapat melalui hari yang berbeda, termasuk dalam jumlah gangguan yang harus mereka tangani.
Gloria Mark, Daniela Gudith dan Ulrich Klocke dalam penelitian CHI 2008 melibatkan 48 peserta pada tugas menjawab surel. Tugas dengan interupsi diselesaikan lebih cepat, sementara peserta melaporkan tekanan, frustrasi dan usaha lebih tinggi. Peneliti tidak menemukan perbedaan bermakna pada jumlah kesalahan dan kesopanan; itu tidak membuktikan semua aspek mutu setara. Eksperimen singkat ini juga tidak menetapkan berapa menit yang hilang setiap kali semua pekerja terganggu.
Perbedaan antara hasil dan proses berguna untuk percakapan pengelolaan kerja. Jika tugas tetap selesai, pengelola dapat saja tidak melihat bagaimana orang mencapainya. Menambah gangguan karena target masih terpenuhi merupakan keputusan lain yang tidak dibuktikan aman oleh hasil eksperimen itu.
Dalam contoh rekaan, sebuah tim dapat membedakan pertanyaan yang perlu jawaban segera dan pertanyaan yang dapat menunggu waktu pembahasan bersama. Kesepakatan demikian perlu mempertimbangkan tugas layanan yang memang harus merespons cepat, serta kesempatan meminta bantuan ketika ada keadaan mendesak.
Tujuannya bukan menciptakan aturan bahwa komunikasi selalu mengganggu. Pertanyaan yang lebih berguna ialah kapan komunikasi membantu pekerjaan, siapa yang menanggung perpindahan perhatian, dan apakah cara bekerja memungkinkan orang menyampaikan beban yang tidak tampak pada daftar pekerjaan selesai.
Sumber & referensi
- Gloria Mark, Daniela Gudith dan Ulrich Klocke (2008). The Cost of Interrupted Work: More Speed and Stress. Proceedings of CHI 2008, 107–110. Naskah penulis University of California Irvine.
- https://www.ics.uci.edu/~gmark/chi08-mark.pdf




Komentar 0
Komentar diperiksa pengelola sebelum tampil. Mari berdiskusi dengan saling menghormati.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat.