Niat “akan lebih rajin” memberi arah, tetapi belum menjelaskan apa yang dilakukan ketika hari kembali sibuk. Rencana jika-maka mencoba menghubungkan situasi yang dapat dikenali dengan tindakan yang sudah dipilih.
Peter M. Gollwitzer dan Paschal Sheeran menelaah implementation intention dalam meta-analisis 2006. Pendekatan ini menjabarkan kapan, di mana dan bagaimana upaya dilakukan. Kajian membahas pengaruh serta proses pencapaian tujuan, bukan jaminan bahwa satu kalimat rencana akan mengalahkan semua hambatan.
Sebagai ilustrasi, seseorang yang ingin merapikan dokumen dapat memilih situasi selesai rapat sebagai pengingat untuk menyimpan satu berkas pada tempatnya. Ini contoh rekaan untuk menjelaskan bentuk rencana, bukan hasil atau resep spesifik penelitian.
Pemilihan tindakan perlu realistis. Bila berkas tidak dapat diakses atau kewenangan berada pada orang lain, masalahnya bukan sekadar kurang niat. Rencana perlu mencakup upaya memperoleh bantuan atau mengubah alur kerja.
Rencana juga dapat ditinjau ketika situasi berubah. Tujuan yang sudah tidak relevan tidak harus terus dikejar hanya karena pernah ditulis. Pemantauan dapat digunakan untuk memahami hambatan, bukan menghukum diri ketika pemicu tidak muncul.
Pendekatan ini memberi cara membuat niat lebih operasional. Nilainya terletak pada kejelasan keputusan dan kesempatan menyesuaikan, tanpa mengubah alat bantu menjadi ukuran moral tentang seberapa kuat kemauan seseorang.
Sumber & referensi
- Peter M. Gollwitzer, Paschal Sheeran (2006). Implementation Intentions and Goal Achievement: A Meta-analysis of Effects and Processes. Advances in Experimental Social Psychology 38, 69–119. DOI 10.1016/S0065-2601(06)38002-1.
- https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0065260106380021




Komentar 0
Komentar diperiksa pengelola sebelum tampil. Mari berdiskusi dengan saling menghormati.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat.