Seseorang yang banyak berbicara bersama teman dapat lebih diam dalam rapat baru. Perbedaan itu tidak harus dipandang sebagai kepalsuan. Situasi dapat menghadirkan kesempatan dan tuntutan yang berbeda bagi orang yang sama.
William Fleeson pada 2001 melaporkan tiga studi experience sampling selama beberapa minggu. Perilaku terkait sifat Big Five berubah cukup besar di dalam individu, sementara pola rata-rata perbedaan antarmanusia tetap relatif stabil. Penelitian ini menawarkan cara menghubungkan sifat dan keadaan, bukan menyimpulkan kepribadian tidak ada.
Membedakan pola dari satu kejadian membantu menghindari cap yang terlalu cepat. Diam pada satu rapat tidak cukup untuk memutuskan seseorang tidak mampu bekerja sama. Sebaliknya, satu pengalaman ramah juga tidak menjelaskan seluruh cara berhubungan.
Dalam percakapan kerja atau keluarga, sebutkan keadaan yang dimaksud. Apa yang terjadi, siapa yang terlibat dan pilihan apa yang tersedia? Informasi tersebut memberi kesempatan orang menjelaskan pengalamannya tanpa harus menerima label menyeluruh.
Konteks tidak berarti menghapus tanggung jawab atas dampak tindakan. Ia memberi rincian yang dibutuhkan untuk membicarakan perubahan secara lebih tepat. Penilaian kepribadian profesional tetap memerlukan alat serta tujuan yang sesuai.
Riset keseharian memperlihatkan bahwa manusia memiliki pola sekaligus variasi. Memahami keduanya membuat percakapan lebih terbuka daripada memaksa setiap tindakan cocok dengan label yang sudah dipilih sebelumnya.
Sumber & referensi
- W Fleeson (2001). Toward a structure- and process-integrated view of personality: traits as density distribution of states. Journal of personality and social psychology. DOI tidak tercantum.
- https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11414368/




Komentar 0
Komentar diperiksa pengelola sebelum tampil. Mari berdiskusi dengan saling menghormati.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat.