Permintaan agar pekerja lebih tangguh belum menjelaskan apakah pekerjaan dapat dijalankan dengan sumber daya yang tersedia. Tenggat, alat, kewenangan dan bantuan perlu dibicarakan dalam satu percakapan yang sama.

Evangelia Demerouti dan rekan dalam Journal of Applied Psychology pada 2001 menguji model tuntutan dan sumber daya pekerjaan pada 374 orang dari tiga kelompok pekerjaan. Tuntutan terutama berkaitan dengan kelelahan, sementara kurangnya sumber daya berkaitan dengan pelepasan keterlibatan. Temuan berdasarkan laporan diri dan penilaian kondisi kerja itu bukan pembuktian sebab tunggal atau diagnosis untuk seseorang.

Sebagai kerangka bertanya, model ini membantu menghindari percakapan yang hanya menilai kemauan pekerja. Tugas dapat terdengar sederhana sampai dibahas bersama hambatannya. Sebaliknya, menyebut semua tugas sebagai beban juga dapat menghilangkan perbedaan antara tantangan yang didukung dan tuntutan yang tidak mempunyai jalan penyelesaian.

Bayangkan contoh rekaan sebuah tim diminta menyelesaikan laporan, tetapi akses data hanya dimiliki satu pihak yang belum dapat dihubungi. Menambah pengingat kepada penulis laporan belum tentu menyelesaikan hambatan tersebut. Pembahasan pembagian akses dan tanggung jawab dapat menjadi bagian keputusan pengelolaan.

Penggunaan kerangka ini memerlukan informasi dari pekerjaan yang sebenarnya. Keluhan pekerja tidak cukup untuk ditebak dari nama jabatan, dan keberhasilan tim lain tidak otomatis membuktikan dukungan sudah memadai. Pertanyaan tentang apa yang dituntut perlu disertai pertanyaan tentang sarana untuk memenuhinya.

Sumber & referensi

  • Evangelia Demerouti, Arnold B. Bakker, Friedhelm Nachreiner, Wilmar B. Schaufeli (2001). The job demands-resources model of burnout. Journal of Applied Psychology 86(3), 499–512. DOI 10.1037/0021-9010.86.3.499.
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11419809/