Ada orang yang sering kita jumpai tanpa pernah menjadi teman dekat. Percakapan mengenai kegiatan kelas atau sapaan di lingkungan sekitar dapat membentuk bagian kehidupan sosial yang mudah dilewatkan ketika perhatian hanya tertuju pada lingkaran terdekat.
Gillian M. Sandstrom dan Elizabeth W. Dunn dalam Personality and Social Psychology Bulletin pada 2014 memeriksa hubungan kesejahteraan subjektif dengan interaksi bersama kenalan. Pada studi mahasiswa, hari dengan interaksi lebih banyak bersama teman sekelas dibandingkan biasanya berkaitan dengan rasa bahagia dan memiliki yang lebih tinggi. Penelitian ini tidak membuktikan bahwa menambah sapaan dalam jumlah tertentu akan menyebabkan hasil yang sama pada setiap orang.
Makna praktis yang dapat dipertimbangkan ialah memberi ruang pada hubungan yang ringan tanpa membebaninya dengan tuntutan kedekatan. Tidak semua percakapan perlu berlanjut menjadi pertukaran kontak, pertemuan pribadi atau kewajiban saling tersedia setiap saat.
Sebagai contoh rekaan, dua peserta kegiatan dapat bertukar cerita singkat tentang pengalaman belajar lalu kembali pada urusan masing-masing. Pertemuan berikutnya boleh terjadi secara wajar. Jika salah satunya tidak ingin berbicara, kesempatan untuk berhenti tetap menjadi bagian dari interaksi yang menghormati pilihan.
Persahabatan dekat dan hubungan dengan kenalan bukan perlombaan untuk menentukan mana yang paling bernilai. Membaca penelitian ini dapat memperluas perhatian pada orang-orang di sekitar, sambil tetap menerima bahwa kebutuhan, keamanan dan tenaga untuk berinteraksi berbeda menurut keadaan.
Sumber & referensi
- Gillian M Sandstrom, Elizabeth W Dunn (2014). Social Interactions and Well-Being: The Surprising Power of Weak Ties. Personality & social psychology bulletin. DOI 10.1177/0146167214529799.
- https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24769739/




Komentar 0
Komentar diperiksa pengelola sebelum tampil. Mari berdiskusi dengan saling menghormati.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat.