Pelatihan kesehatan mental bagi atasan dapat dinilai dari pengetahuan setelah kelas, tetapi hasil itu belum sama dengan perubahan pengalaman pekerja. Penelitian juga perlu menyebut jenis hasil kerja yang diukur dan siapa yang tetap masuk analisis.
Josie S. Milligan-Saville dan rekan dalam The Lancet Psychiatry pada 2017 menguji program empat jam pada manajer layanan pemadam dan penyelamatan Australia. Dari 128 manajer yang direkrut, data analisis utama tersedia untuk 25 manajer kelompok pelatihan dan 19 kelompok pembanding. Tindak lanjut berlangsung enam bulan.
Perubahan ketidakhadiran terkait pekerjaan berbeda antarkelompok, sementara perbedaan cuti sakit biasa tidak bermakna secara statistik. Kedua ukuran tersebut tidak dapat digabung menjadi klaim bahwa semua ketidakhadiran turun. Banyak kelompok awal tidak menyumbang analisis utama dan peserta tidak dapat disamarkan terhadap alokasi.
Pendanaan berasal dari NSW Health dan Employers Mutual Ltd. Satu layanan pemadam bukan gambaran semua kantor, pekerja informal, atau layanan Indonesia. Perhitungan keuntungan ekonomi studi juga tidak menjadi janji bagi organisasi lain.
Untuk menilai pelatihan setempat, pertanyaan dapat meliputi masalah yang hendak diatasi, dukungan yang tersedia setelah kelas dan hasil yang akan dipantau. Ini pertanyaan evaluasi orisinal, bukan paket intervensi baru. Penelitian memberi alasan menguji pelatihan dengan serius sambil tetap melihat konteks serta keterbatasannya.
Sumber & referensi
- Josie S Milligan-Saville, Leona Tan, Aimée Gayed, Caryl Barnes, Ira Madan, Mark Dobson dan rekan (2017). Workplace mental health training for managers and its effect on sick leave in employees: a cluster randomised controlled trial. The lancet. Psychiatry. DOI 10.1016/S2215-0366(17)30372-3.
- https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29031935/




Komentar 0
Komentar diperiksa pengelola sebelum tampil. Mari berdiskusi dengan saling menghormati.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat.