Tambahan modal tidak memasuki usaha yang seluruh keadaannya sama. Jenis kegiatan, pilihan penggunaan uang dan hubungan dalam rumah tangga menjadi bagian konteks ketika hasil bantuan hendak dinilai.

Suresh de Mel, David McKenzie dan Christopher Woodruff melaporkan eksperimen hibah acak bagi pemilik usaha mikro Sri Lanka dalam American Economic Journal: Applied Economics pada 2009. Hibah meningkatkan keuntungan pada usaha milik laki-laki dalam sampel, tetapi tidak memberikan kenaikan serupa pada kelompok perempuan secara rata-rata.

Penulis tidak menjelaskan kesenjangan itu semata-mata sebagai perbedaan kemampuan, sikap kewirausahaan atau keberanian mengambil risiko. Abstraknya juga membahas industri dan alokasi sumber daya rumah tangga, dengan bukti bahwa ketidakefisienan lebih kecil pada rumah tangga yang lebih kooperatif. Temuan tersebut bukan ukuran kemampuan bawaan suatu gender.

Hibah dalam eksperimen berbeda dari pinjaman yang harus dikembalikan. Sampel dan lingkungan usaha juga tidak mewakili semua pengusaha atau program Indonesia. Karena itu, satu hasil rata-rata tidak dapat dipakai untuk menolak kesempatan kelompok tertentu atau menjanjikan keuntungan individual.

Dalam pembacaan Aporiameso, evaluasi bantuan dapat menanyakan siapa mengendalikan penggunaan dana, kebutuhan usaha dan hasil apa yang diamati. Pertanyaan tersebut membantu membedakan akses modal dari kemampuan memakainya dalam keadaan tertentu. Penilaian program lain tetap memerlukan data dan perlindungan hak peserta yang sesuai.

Sumber & referensi

  • Suresh de Mel, David McKenzie, Christopher Woodruff (2009). Are Women More Credit Constrained? Experimental Evidence on Gender and Microenterprise Returns. American Economic Journal: Applied Economics 1(3),1–32, Juli 2009. DOI: 10.1257/app.1.3.1.
  • https://www.aeaweb.org/articles?id=10.1257/app.1.3.1
  • Diakses 19 Oktober 2026; klaim dibatasi pada abstrak dan bibliografi, bukan telaah seluruh teks penuh.