Menyuruh remaja mencari bantuan belum menjawab mengapa ia ragu menghubungi layanan. Ia mungkin belum mengetahui prosesnya, khawatir informasi tersebar atau tidak memiliki jalan untuk datang. Keengganan tidak selalu berarti menolak dibantu.

Jerica Radez dan rekan merangkum 53 studi tentang pencarian serta akses bantuan kesehatan mental anak dan remaja. Kajian yang terbit daring 2020 menemukan tema pengetahuan, stigma, kepercayaan pada profesional serta hambatan seperti biaya dan ketersediaan. Frekuensi tema dalam studi bukan persentase seluruh remaja yang mengalami hal tersebut.

Informasi awal dapat menjelaskan siapa yang akan ditemui dan apa yang dapat ditanyakan. Batas kerahasiaan perlu diterangkan oleh pemberi layanan secara jujur, termasuk keadaan yang mengharuskan tindakan demi keselamatan. Jangan menjanjikan rahasia mutlak bila kewajiban layanan berbeda.

Orang dewasa dapat menawarkan bantuan praktis tanpa mengambil alih seluruh suara remaja. Misalnya, membantu mencari informasi layanan lalu memberi kesempatan remaja menyampaikan kebutuhan dan pertanyaannya sendiri.

Sistem akses juga perlu diperiksa. Kampanye keberanian berbicara menjadi kurang berguna bila nomor layanan tidak dapat dihubungi atau prosedur tidak jelas. Umpan balik pengguna dapat membantu menemukan hambatan tersebut.

Riset ini menempatkan pencarian bantuan sebagai hubungan dengan lingkungan, bukan semata keputusan pribadi. Membuka jalan membutuhkan penjelasan yang dapat dipercaya dan bantuan yang benar-benar tersedia.

Sumber & referensi

  • Jerica Radez, Tessa Reardon, Cathy Creswell, Peter J. Lawrence, Georgina Evdoka-Burton, Polly Waite (2021). Why do children and adolescents (not) seek and access professional help for their mental health problems? A systematic review of quantitative and qualitative studies. European Child & Adolescent Psychiatry 30, 183–211; daring 21 Januari 2020. DOI 10.1007/s00787-019-01469-4.
  • https://link.springer.com/article/10.1007/s00787-019-01469-4