Dinas Pendidikan Sumatera Utara mengeluarkan surat edaran pelaksanaan pembelajaran jarak jauh pada 16–21 Oktober 2026 akibat kabut asap. Kebijakan tersebut diberitakan detikSumut dan SuaraSumut.
Ketika kegiatan belajar berpindah ke rumah, pekerjaan keluarga ikut berubah. Perangkat mungkin dipakai bergantian, koneksi tidak selalu sama, dan waktu pendampingan berbeda pada setiap rumah.
Dalam keadaan itu, tugas yang berhasil dikirim belum tentu menjelaskan seluruh pemahaman siswa. Sebaliknya, keterlambatan mengirim tidak otomatis berarti anak enggan belajar. Ada pengalaman akses yang perlu diketahui sebelum memberi penilaian.
Sekolah dan keluarga dapat membicarakan bagian kegiatan yang membutuhkan koneksi langsung serta bagian yang dapat dikerjakan dengan bahan yang tersedia. Pilihannya mengikuti usia, kemampuan, dan materi yang diberikan guru. Pemberitahuan terbaru dari sekolah dan dinas tetap menjadi rujukan jika kebijakan berubah.
Untuk sisi cara belajar, kajian John Dunlosky dan rekan-rekan menilai sejumlah teknik, termasuk latihan mengingat dan pembelajaran yang dibagi dalam beberapa waktu. Kajian tersebut tidak menguji pelaksanaan PJJ Sumut. Ia memberi bahan untuk memikirkan bagaimana anak mencoba mengingat materi, bukan hanya membaca ulang atau menyelesaikan pengiriman tugas.
Penerapannya di rumah dapat dimulai dari satu pelajaran yang memang diberikan guru. Sebuah pertanyaan ditulis pada satu sisi kartu, sementara bahan untuk memeriksa jawaban ada di sisi lain. Anak mencoba menjawab dahulu, lalu melihat bagian mana yang belum dipahami.
Kartu tanya-jawab itu mempunyai fungsi yang jelas: latihan mengingat. Kertas yang sudah tersedia dapat digunakan. Isinya tetap perlu sesuai materi serta arahan guru, dan kegiatan tersebut tidak menggantikan penjelasan yang dibutuhkan anak.
Jika jawabannya belum tepat, bagian itu menjadi bahan pertanyaan berikutnya. Dengan demikian, pendamping tidak harus menebak dari banyaknya halaman yang selesai. Ada contoh yang lebih konkret tentang materi yang masih memerlukan bantuan.
Bagi keluarga yang bergantian perangkat, sebagian latihan dapat dikerjakan tanpa terus membuka layar. Kartu jadi atau aplikasi sejenis baru perlu dipertimbangkan bila isi, kebutuhan akses, dan perlindungan data anaknya sesuai. Bentuk digital tidak otomatis membuat materi lebih cocok.
PJJ tetap membawa persoalan yang lebih besar daripada satu teknik belajar, terutama mengenai akses dan pendampingan. Namun, di tengah keterbatasan itu, memahami satu bagian pelajaran dengan lebih jelas tetap berarti. Tujuannya bukan rumah terlihat sibuk mengerjakan tugas, melainkan anak mempunyai kesempatan untuk benar-benar belajar.
Sumber & referensi
- detikSumut — bahan penelusuran peristiwa; diakses 17 Oktober 2026.
- https://www.detik.com/sumut/berita/d-8709236/imbas-kabut-asap-seluruh-sekolah-di-sumut-berlakukan-pjj-hingga-21-oktober
- SuaraSumut — bahan penelusuran peristiwa; diakses 17 Oktober 2026.
- https://sumut.suara.com/read/2026/10/16/211825/kabut-asap-selimuti-sumut-semua-sekolah-terapkan-pjj-hingga-21-oktober
- Dunlosky, J. dkk. (2013). Improving Students’ Learning With Effective Learning Techniques. Psychological Science in the Public Interest, 14(1), 4–58. Tinjauan teknik belajar; bukan evaluasi PJJ Sumut 2026. DOI: 10.1177/1529100612453266.
- https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26173288/
- detikNews — cakupan serta periode PJJ, diperiksa ulang sebelum terbit
- https://news.detik.com/berita/d-8709456/seluruh-sekolah-di-sumut-terapkan-pjj-hingga-21-oktober-imbas-asap-karhutla
- Catatan sumber: Analisis disusun dari referensi yang dicantumkan. Audit jumlah dan kemandirian sumber, video pendamping, serta pemeriksaan ilmiah lanjutan belum seluruhnya selesai; naskah ini belum memenuhi seluruh standar sumber Aporiameso.



