Saat berbicara, seseorang dapat merasa kalimatnya terus terputus oleh notifikasi. Masalah yang ingin disampaikan mungkin mengenai perhatian, tetapi percakapan mudah bergeser menjadi tuntutan mengetahui seluruh isi perangkat.

Ryan J. Dwyer, Kostadin Kushlev dan Elizabeth W. Dunn pada 2018 meneliti penggunaan ponsel melalui eksperimen makan bersama dan pencatatan pengalaman harian. Kehadiran atau penggunaan ponsel berkaitan dengan gangguan perhatian serta berkurangnya kenikmatan interaksi. Studi ini melibatkan teman dan keluarga, bukan uji terapi atau penilaian kesetiaan pasangan.

Karena itu, hasilnya tidak dapat dipakai sebagai bukti bahwa orang yang melihat ponsel pasti tidak peduli. Ada pesan kerja, urusan perawatan atau kebutuhan lain yang mungkin belum dijelaskan. Menanyakan keadaan lebih membantu daripada menebak niat.

Kesepakatan dapat berfokus pada kegiatan bersama yang spesifik, misalnya bagaimana memberi kabar bila ada panggilan yang harus dijawab dan kapan percakapan dilanjutkan. Tujuan kesepakatan ialah kejelasan perhatian, bukan pengawasan.

Privasi perangkat tetap terpisah dari permintaan didengarkan. Penelitian tidak membenarkan menuntut kata sandi, memeriksa pesan tanpa persetujuan atau memakai notifikasi sebagai diagnosis hubungan.

Mengatur kebersamaan dapat menjadi proses menyesuaikan kebutuhan dua orang. Riset memberi satu alasan membicarakan gangguan perhatian, sementara bentuk kesepakatan perlu dijalankan dengan saling menghormati dan tanpa janji bahwa menaruh ponsel akan menyelesaikan semua persoalan.

Sumber & referensi