Angka setelah nama pemain para tenis meja perlu dibaca sebagai kode kelas, bukan posisi klasemen. Kelas dan peringkat menjawab pertanyaan berbeda: satu menyusun kelompok kompetisi, sementara yang lain mencatat capaian dalam sistem pertandingan.
Laman IPC mengenai para tenis meja memisahkan kelas fisik 1–10 dan kelas 11 untuk impairment intelektual. Kelompok 1–5 bertanding menggunakan kursi roda, sedangkan 6–10 bertanding berdiri. Angka ini tidak boleh diubah menjadi penilaian tentang nilai diri atau seluruh kemampuan seseorang di luar olahraga.
IPC juga menjelaskan bahwa klasifikasi bersifat khusus menurut cabang. Dampak impairment terhadap tugas olahraga menjadi bagian penting penilaian. Kelayakan pada satu cabang tidak otomatis memberi kelas yang sama pada cabang lain; penonton juga tidak dapat menetapkan kelas hanya dari foto.
Saat membaca hasil, tulis nomor pertandingan dan kode kelas bersama skor. Jika hendak membandingkan dua hasil, pastikan format serta kelompoknya sesuai. Langkah itu memberi konteks pada prestasi tanpa menganggap kelas lebih tinggi berarti pemain selalu lebih unggul atau menjadikan kondisi atlet sebagai tebakan publik.
Sumber & referensi
- International Paralympic Committee. Para Table Tennis, About.
- https://www.paralympic.org/table-tennis
- International Paralympic Committee. Classification.
- https://www.paralympic.org/classification




Komentar 0
Komentar diperiksa pengelola sebelum tampil. Mari berdiskusi dengan saling menghormati.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat.