Ketika pengasuh dilibatkan dalam suatu intervensi, hasil pada anak belum menjelaskan seluruh pengalaman keluarga. Waktu, pembagian peran dan hubungan antaranggota keluarga juga merupakan pertanyaan yang dapat diteliti.
Reina S. Factor dan rekan dalam Clinical Child and Family Psychology Review pada 2019 menelaah intervensi autisme yang dijalankan pengasuh serta kaitannya dengan fungsi dan hubungan keluarga. Mereka mengangkat keterbatasan penelitian yang hanya memperhatikan dampak ciri anak pada stres pengasuh tanpa melihat keluarga secara lebih luas.
Abstrak menyatakan bahwa intervensi yang ditelaah umumnya memberi manfaat pada fungsi serta relasi keluarga. Namun, abstrak tidak menyediakan rincian seluruh jumlah studi, ukuran efek dan penilaian bias. Karena itu, tulisan ini tidak memakai temuan tersebut sebagai angka keberhasilan atau pilihan program tertentu.
Autisme juga tidak boleh dipakai sebagai pengganti istilah ADHD, disleksia atau seluruh kebutuhan perkembangan. Kajian ini membahas kelompok dan intervensi tertentu. Pengalaman satu keluarga tidak menetapkan kebutuhan semua keluarga lain.
Dalam menilai layanan, pertanyaan dapat mencakup tujuan yang disepakati, tugas pengasuh dan dukungan ketika pelaksanaan sulit. Ini pertanyaan percakapan orisinal, bukan protokol terapi. Menilai pengalaman keluarga membantu memperluas perhatian tanpa menyalahkan pengasuh atau menganggap keluarga harus menjalankan seluruh dukungan sendiri.
Sumber & referensi
- Reina S. Factor, Thomas H. Ollendick, Lee D. Cooper, Julie C. Dunsmore, Hannah M. Rea, Angela Scarpa (2019). All in the Family: A Systematic Review of the Effect of Caregiver-Administered Autism Spectrum Disorder Interventions on Family Functioning and Relationships. Clinical Child and Family Psychology Review 22(4), 433–457. DOI 10.1007/s10567-019-00297-x.
- https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31363949/




Komentar 0
Komentar diperiksa pengelola sebelum tampil. Mari berdiskusi dengan saling menghormati.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat.