Percakapan tentang kehidupan pasangan dapat dimulai dari kualitas yang ingin dipelihara bersama. Salah satu teks dalam Aṅguttara Nikāya memperkenalkan pertanyaan itu melalui dialog ayah dan ibu Nakula dengan Buddha.

Dalam AN 4.55, keduanya mengungkapkan keinginan untuk tetap bertemu dalam kehidupan ini dan berikutnya. Terjemahan Bhikkhu Sujato mencatat jawaban mengenai kesetaraan dalam empat kualitas: keyakinan, etika, kedermawanan dan kebijaksanaan. Bagian penutup juga menghubungkan laku baik pasangan dengan cara saling berbicara.

Isi tersebut merupakan ajaran keagamaan. Pembicaraan tentang kehidupan berikutnya perlu dibaca dalam ruang keyakinan teks, tanpa diubah menjadi janji empiris yang dapat dijamin artikel. Terjemahan juga merupakan pintu pembacaan, bukan pengganti seluruh konteks tradisi dan penjelasannya.

Sebagai ilustrasi reflektif rekaan, pasangan dapat membahas apa yang dipahami sebagai kejujuran atau kemurahan hati dan bagaimana mereka memperlakukannya dalam kegiatan sehari-hari. Ilustrasi ini tidak menyediakan tes kecocokan, memprediksi kelanggengan atau menggantikan bantuan untuk persoalan hubungan tertentu.

Artikel ini mengenalkan satu sutta Pali melalui terjemahan SuttaCentral. Ia tidak menetapkan ketentuan perkawinan Indonesia atau menyatakan seluruh komunitas Buddha menafsirkan teks dengan cara identik. Untuk pembahasan ajaran lebih jauh, pertanyaan dapat diteruskan kepada pembimbing agama dengan membaca konteks sumbernya.

Sumber & referensi

  • Bhikkhu Sujato (penerjemah) (tanpa tanggal halaman). Aṅguttara Nikāya 4.55, Paṭhamasamajīvīsutta / Equality(1 st). SuttaCentral, Bilara Data published branch.
  • https://suttacentral.net/an4.55/en/sujato
  • Diakses 19 Oktober 2026; bagian sumber yang relevan dibaca.