Ekor yang bergerak sering dibaca sebagai ajakan bermain. Penafsiran tunggal itu dapat membuat orang mendekati anjing tanpa mempertimbangkan keseluruhan keadaan, terutama ketika hewan belum dikenal.

Marcello Siniscalchi dan rekan pada 2013 memperlihatkan video anjing dengan arah kibasan berbeda kepada anjing peserta. Respons jantung dan perilaku berbeda menurut kondisi video. Eksperimen ini menunjukkan kepekaan terhadap sinyal tertentu, bukan kamus yang menerjemahkan setiap gerakan ekor menjadi niat yang pasti.

Hasil laboratorium juga berbeda dari mengamati hewan bergerak dalam ruang nyata. Kecepatan, posisi tubuh, jarak dan konteks tidak dapat disederhanakan menjadi satu aturan kiri atau kanan. Artikel ini tidak menawarkan cara menguji apakah anjing akan menggigit.

Bila ingin berinteraksi dengan hewan yang belum dikenal, mintalah arahan orang yang bertanggung jawab dan hindari memancing reaksi demi pembuktian. Anak memerlukan pengawasan orang dewasa; keberanian mendekat bukan ukuran kedekatan dengan hewan.

Perubahan perilaku yang menimbulkan kekhawatiran dapat dibicarakan dengan dokter hewan atau tenaga perilaku yang kompeten. Catatan situasi lebih membantu daripada kesimpulan dari satu video pendek.

Riset komunikasi hewan memperlihatkan bahwa sinyal memiliki konteks dan pengukuran. Membacanya dengan hati-hati memberi alasan menghormati jarak, sambil menghindari keyakinan palsu bahwa satu gerakan sudah menjawab semua pertanyaan keselamatan.

Sumber & referensi

  • Marcello Siniscalchi, Rita Lusito, Giorgio Vallortigara, Angelo Quaranta (2013). Seeing left- or right-asymmetric tail wagging produces different emotional responses in dogs. Current biology : CB. DOI 10.1016/j.cub.2013.09.027.
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24184108/