Ensiklik Laudato si’ tahun 2015 membahas ekologi integral dengan menghubungkan persoalan lingkungan dan kehidupan manusia. Pembacaan itu mengajak perhatian pada hubungan, bukan menempatkan alam serta masyarakat sebagai dua persoalan yang selalu terpisah.

Dalam membicarakan sebuah kegiatan, pertanyaan lingkungan dapat disandingkan dengan pertanyaan tentang warga: siapa yang menggunakan air, siapa yang menerima manfaat, dan siapa yang menghadapi beban? Pertanyaan tersebut membantu memperluas sudut pandang, tetapi jawabannya tidak boleh dibuat tanpa pemeriksaan lapangan.

Dokumen moral juga berbeda dari laporan pengukuran. Mengutip prinsip ekologi integral tidak cukup untuk menyatakan proyek tertentu sudah berkelanjutan atau pasti merugikan. Penilaian konkret memerlukan bukti yang sesuai, keterlibatan pihak terdampak, serta penjelasan mengenai batas informasi.

Pada kegiatan komunitas, langkah yang dapat dicatat lebih mudah ditinjau daripada slogan umum. Pilih kebutuhan nyata dan periksa pelaksanaannya secara berkala. Dengan cara itu, refleksi iman dapat memberi arah bagi tindakan tanpa menggantikan ilmu, pengalaman warga, atau tanggung jawab memeriksa akibat yang sebenarnya.

Sumber & referensi