Dari siapa seseorang belajar dalam kehidupannya? Penjelasan Catur Guru mengajak melihat hubungan pendidikan melampaui ruang kelas. Dalam ajaran yang dibahas melalui dharma wacana, penghormatan mempunyai tempat dalam kehidupan spiritual dan sosial.
Rohaniwan Luh Made Ari Candra Yuni menguraikan empat guru dalam tulisan Bimas Hindu tahun 2021. Guru Swadhyaya merujuk pada Ida Sang Hyang Widhi, Guru Rupaka pada orang tua, Guru Pengajian pada pendidik dan Guru Wisesa pada pemerintah. Artikel ini mengikuti ruang penjelasan tersebut, tanpa menyatakan istilah atau penekanan semua tradisi selalu sama.
Pada bagian Guru Pengajian, penulis menempatkan pendidik sebagai penerus pendidikan keluarga yang mengembangkan pengetahuan dan budi pekerti. Dengan pembacaan ini, hubungan belajar tidak hanya berisi perpindahan materi, melainkan juga cara memperlakukan pihak yang mendampingi pertumbuhan.
Sebagai contoh reflektif rekaan, seorang pelajar dapat memikirkan bantuan yang diterima di rumah dan di sekolah sebelum menjelaskan kesulitan belajarnya. Contoh tersebut tidak membuktikan bahwa penghormatan tertentu otomatis meningkatkan nilai atau menyelesaikan setiap masalah pendidikan.
Sumber yang dipakai merupakan uraian keagamaan normatif, bukan eksperimen efektivitas pembelajaran. Penjelasan Catur Guru dapat menjadi bahan percakapan dengan pendidik dan pembimbing agama. Ia tidak menggantikan aturan layanan pendidikan, prosedur pengaduan atau penilaian kompetensi yang mempunyai dasar pemeriksaan tersendiri.
Sumber & referensi
- Luh Made Ari Candra Yuni (2021). Implementasi Ajaran Catur Guru di Masa Pandemi Covid-19. Dharma Wacana, Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama,6 Desember 2021.
- https://bimashindu.kemenag.go.id/index.php/dharma-wacana/implementasi-ajaran-catur-guru-di-masa-pandemi-covid-19-mBOaY
- Diakses 19 Oktober 2026; bagian sumber yang relevan dibaca.



Komentar 0
Komentar diperiksa pengelola sebelum tampil. Mari berdiskusi dengan saling menghormati.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat.