Garis hijau yang menyambung pada peta belum menjawab apakah suatu satwa menggunakannya. Bahkan ketika pergerakan terbukti meningkat, pertanyaan mengenai kelangsungan populasi masih memerlukan ukuran lain.

Lynne Gilbert-Norton, Ryan Wilson, John R. Stevens dan Karen H. Beard dalam Conservation Biology pada 2010 menggabungkan 78 eksperimen dari 35 studi. Kajian menilai apakah koridor meningkatkan pergerakan antarfragmen habitat dan apakah hasilnya berbeda antarkelompok organisme serta rancangan penelitian.

Secara keseluruhan, pergerakan lebih besar pada habitat yang terhubung. Namun, respons tidak seragam; pola bagi burung berbeda dari sebagian kelompok lain. Penanganan jarak dan bentuk eksperimen juga memengaruhi pembacaan hasil.

Abstrak kajian ini tidak menyediakan resep lebar koridor atau rancangan yang cocok untuk semua bentang alam. Pergerakan merupakan hasil yang dinilai, sehingga tidak boleh langsung disebut bukti seluruh populasi pulih. Penelitian tersebut juga bukan evaluasi suatu kawasan Indonesia.

Pertanyaan pembaca dapat dimulai dari jenis sasaran, apa yang diukur, dan berapa lama pengamatan dilakukan. Istilah kawasan hijau, jalur yang digunakan dan hasil konservasi perlu memiliki penjelasan masing-masing. Menghubungkan habitat dapat bernilai, sambil tetap memerlukan bukti yang sesuai dengan klaim yang dibuat.

Sumber & referensi

  • Lynne Gilbert-Norton, Ryan Wilson, John R. Stevens, Karen H. Beard (2010). A meta-analytic review of corridor effectiveness. Conservation Biology 24(3), 660–668. DOI 10.1111/j.1523-1739.2010.01450.x.
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20184653/