Dua kejadian yang berurutan belum cukup untuk menjelaskan hubungan sebab. Dalam pembacaan laporan kesehatan, pertanyaan “terjadi setelah apa?” perlu dibedakan dari “disebabkan oleh apa?”. Pembedaan ini juga penting ketika suatu keluhan dilaporkan setelah imunisasi.
Alberto E. Tozzi dan rekan dalam Vaccine pada 2013 menjelaskan alat WHO untuk penilaian kausalitas kejadian individual. Tahapnya mencakup pemeriksaan kelayakan kasus dan diagnosis, pengumpulan informasi secara terstruktur, lalu algoritme untuk membantu klasifikasi. Hasil dapat konsisten, tidak konsisten, tidak pasti, atau belum dapat diklasifikasikan terkait hubungan kausal.
Kategori tersebut bukan skor risiko seluruh vaksin. Artikel metode ini juga tidak memungkinkan pembaca menetapkan klasifikasi seseorang hanya dari cerita singkat. Ringkasan yang terbaca menjelaskan susunan alat, bukan membuktikan seluruh validitas dan ketepatannya dalam setiap keadaan.
Bagi pembaca, pertanyaan yang berguna ialah bukti apa yang diperiksa, kemungkinan penyebab apa yang dipertimbangkan, serta informasi mana yang belum tersedia. Menyebut kesimpulan tanpa proses dapat menutup ruang memahami alasan penilaian.
Satu laporan juga tidak boleh diubah menjadi aturan bahwa semua kejadian sesudah imunisasi pasti berkaitan atau pasti tidak berkaitan. Pengalaman orang yang mengalami keluhan perlu ditanggapi dengan serius, sambil menjaga penilaian sebab tetap mengikuti informasi yang memadai. Artikel ini tidak menilai kasus individual atau menentukan keputusan imunisasi pembaca.
Sumber & referensi
- Alberto E Tozzi, Edwin J Asturias, Madhava Ram Balakrishnan, Neal A Halsey, Barbara Law, Patrick L F Zuber (2013). Assessment of causality of individual adverse events following immunization (AEFI): a WHO tool for global use. Vaccine. DOI 10.1016/j.vaccine.2013.08.087.
- https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24021304/




Komentar 0
Komentar diperiksa pengelola sebelum tampil. Mari berdiskusi dengan saling menghormati.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat.