Satu bungkus makanan tidak selalu berarti satu sajian. Ketika membaca energi, gula atau garam, langkah pertama ialah melihat dasar angkanya: per sajian, per kemasan, atau per 100 gram maupun mililiter. Melewatkan keterangan itu dapat membuat hitungan berbeda dari jumlah yang sebenarnya dimakan.

Peraturan BPOM Nomor 10 Tahun 2026 membedakan takaran saji dan jumlah sajian per kemasan. Lampirannya juga menyediakan format per sajian serta per kemasan, sementara jenis pangan tertentu memakai dasar lain. Karena itu, baca judul kolom dan satuan pada produk yang sedang dipegang, bukan hanya angka yang tampak paling kecil.

Misalnya, pada label rekaan tertulis 120 kilokalori per sajian dan tiga sajian dalam satu kemasan. Jika seluruh isinya dikonsumsi, hitungan berdasarkan label menjadi sekitar 360 kilokalori. Contoh ini aritmetika sederhana, bukan hasil uji produk atau anjuran menghabiskan kemasan. Jika tabel sudah menyebut jumlah per kemasan, jangan kalikan tiga lagi.

Saat membandingkan dua produk, samakan dahulu jumlah pangan yang dibandingkan. Persentase AKG juga bukan resep kebutuhan pribadi; catatan kaki label menyebut kebutuhan energi dapat berbeda. Untuk kebutuhan gizi karena kondisi kesehatan tertentu, gunakan label sebagai bahan pembicaraan dengan tenaga kesehatan. Membaca satuan membantu mengambil keputusan dengan informasi lebih lengkap tanpa memberi cap baik atau buruk hanya dari bentuk kemasannya.

Sumber & referensi